Aveia Clinic

DERMATOLOGY


20 June 2021

Penyebab Rambut Rontok

Rambut merupakan mahkota yang akan memperindah penampilan, baik bagi wanita dan pria. Jika terjadi sesuatu pada rambut, maka otomatis akan berkurang rasa percaya diri, lalu apakah penyebab rambut rontok? 

Rambut merupakan  bagian tubuh yang terdiri dari zat yang bernama keratin. Zat keratin ialah zat yang membantu memberikan sifat kuat pada rambut. Jumlah rata-rata folikel rambut pada orang dewasa adalah 100.000-150.000, normalnya setiap orang bisa kehilangan sampai dengan 100 rambut sehari. Bila melebihi 100 rambut sehari, orang tersebut dikatakan menderita kerontokan rambut.

Secara umum, penyebab rambut rontok tidak sama untuk setiap orang.  Keadaan ini bergantung kepada masing-masing fase pertumbuhan rambut, yaitu:

  • Fase anagen: rambut tumbuh secara aktif selama 2-6 tahun,
  • Fase katagen: periode transisi yang berlangsung selama 2-3 minggu
  • Fase telogen: Folikel rambut beristirahat, berlangsung selama 3 bulan . Pada akhir fase ini, rambut terlepas/terbuang dan folikel rambut kembali lagi ke fase pertumbuhan (anagen)

Selain fase-fase diatas, pertumbuhan rambut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Contohnya pada orang yang lebih tua, fase pertembuhan rambutnya melambat dan folikel rambut lebih kecil, sehingga rambut lebih jarang dan tipis dibandingkan sewaktu usia muda.

Hormon androgen yang meningkat seperti pada pria sesuai dengan pertambahan usia, sehingga pria mengalami kebotakan androgenik dan pada wanita dengan gangguan keseimbangan hormonal atau pada masa menopause, dapat mengalami kebotakan androgenetik seperti pada pria. Berbagai penyakit seperti tiroid, lupus, sifilis, liken planus, infeksi virus/bakteri/jamur, dermatitis seboroik, defisiensi vitamin/gizi atau berbagai keadaan lainnya, juga dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut, sehingga rambut mengalami kerontokan. Obat-obatan yang diminum seperti misalnya obat kemoterapi, juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Stress, genetik, mengikat rambut terlalu kuat atau penderita trichotillomania (menarik rambut sendiri), diet rendah protein juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika mengalami masalah kerontokan rambut? Pertama, harus benar-benar di analisa dan dihitung, apakah benar kehilangan rambut lebih dari 100 helai per hari. Bila ya, apakah kerontokan rambut bersifat setempat (alopecia areata) atau merata. Apakah mengalami stress selama 3 bulan terakhir? Apakah sedang fase setelah melahirkan/menyusui?Kurang gizi dsb

BIla hal tersebut karena setelah melahirkan/menyusui, penggunaan obat setelah kemoterapi atau stress, kurang gizi dsb, dengan mengeliminasi hal-hal tersebut, rambut akan tumbuh kembali seperti biasa 3-6 bulan sesudahnya. Rambut tumbuh sekitar 1,25 cm per bulan, kadang membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk melihat ada perbaikan. Bila masih tidak teratasi juga, atau ditemukan kebotakan setempat (alopecia areata) atau kebotakan menyeluruh tanpa ada sebab yang jelas, segera konsultasikan ke dr. Caroline Padang SpKK untuk dianalisa lebih lanjut.


MORE POSTS

Menghilangkan Jerawat Dan Bekas Jerawat Bandel

Mengurangi Bekas Jerawat Dengan Venus Viva

Bagaimana Membedakan Tahi Lalat Yang Jinak Dan Ganas?